“New normal” dalam mekanika fluida

Pada masa pandemi yang serba sulit ini, banyak keterbatasan yang membuat produktivitas kita menurun seperti tidak dapat ke kantor untuk meeting, bepergian ke luar kota untuk melangsungkan proyek, ke kampus untuk belajar atau mungkin ke lab untuk membuat sebuah penelitian.

Kita tidak dapat hanya berdiam diri dan menunggu sampai semua situasi kembali seperti semula, melainkan kita-lah yang harus memaksa diri kita untuk membuat situasi yang tidak biasa ini menjadi suatu hal yang lumrah atau dikenal dengan istilah “new-normal”, kemudian berfikir bagaimana kita dapat bertahan hidup atau bahkan lebih produktif dalam situasi ini. 

Namun, kita tetap dituntut untuk bisa beradaptasi dengan situasi ini dengan memanfaatkan peralatan dan fasilitas yang didukung dengan komputer dan terkoneksi dengan internet, seperti meeting oline, berkirim data project secara online dan lain sebagainya, yang sebenarnya memiliki banyak keuntungan yang sebelumnya belum pernah kita sadari dan baru kita ketahui karena kondisi yang terpaksa saat ini.

Seperti hanya meeting online atau kuliah online, di era yang serba digital dan online ini kita dapat bekerja hanya dengan komputer kita untuk beberapa keperluan-keperluan engineering seperti desain gambar CAD, drafting, rendering, berbagi model CAD untuk 3D printing atau pekerjaan lainya dan mengirimkan datanya secara online.

Hal ini juga menjadi tampak nyata pada dunia mekanika fluida. Dulunya, mekanika fluida hanya dapat dipelajari dengan riset eksperimental karena persamaan-persamaan analitisnya yang cukup rumit untuk diselesaikan, hingga akhirnya dikembangkanlah metode numerik menggunakan proses komputasi atau dikenal juga dengan istilah Computational Fluid Dynamics (CFD).

Menggunakan metode ini, kita mampu menganalisis aliran fluida baik untuk visualisasi aliran maupun pengambilan data-data kuantitatif dengan sepenuhnya menggunakan metode komputer. Dibandingkan dengan eksperimen, metode ini jauh lebih fleksibel dalam pembuatan variasi model geometri serta input-input parameternya. Selain itu, metode ini juga relatif lebih cepat dan mampu melihat lebih detail kasus yang sedang dianalisis. Dan tentu saja karena berupa data digital, hasil, maupun setup analisisnya dapat dikirimkan secara online untuk dipelajari dan dikembangkan oleh user lain dengan fleksibel.

Salah satu hambatan utama dalam menggunakan software ini untuk keperluan riset atau pribadi adalah biaya lisensi yang cukup tinggi dari software-software CFD komersial, sehingga kebanyakan penggunaanya hanya pada ranah industri. Namun, sebagai pelajar kita dapat memanfaatkan “student version” dari software-software tersebut, atau bahkan sebenarnya terdapat software CFD yang cukup handal yang bersifat open source atau gratis, seperti contohnya openFOAM yang dapat digunakan untuk solver CFD, kemudian paraView yang digunakan untuk pengambilan datanya, adapun software CAD yang opensource juga tersedia seperti misalkan FreeCAD.

Simulasi aerodinamika motor balap menggunakan openFOAM dan diolah menggunakan paraView

Mari bersama-sama kita hadapi masa yang sulit ini dengan tetap produktif. Jangan biarkan kreativitas dan cinta anda pada mekanika fluida terhenti. Anda dapat mempelajari materi-materi tentang computational fluid dynamics (CFD) ini secara gratis di website ini secara gratis. klik di sini untuk daftar isi terkait CFD.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah PT Markom Teknologi Engineering dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

Author: Caesar Wiratama

caesar@aeroengineering.co.id 0815-4806-5205

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *