tanki pencampur (mixing tank)

Perangkat mixing tank merupakan salah satu komponen permesinan yang harus ada pada industri pengolahan cairan, utamanya pada lini produksi farmasi berbahan dasar cair. Proses mixing atau pencampuran adalah salah satu operasi farmasi yang paling umum, sulit untuk menemukan produk farmasi dimana pencampuran tidak dilakukan pada tahap pengolahan. Operasi mixing juga banyak dijumpai di industri kimia, minyak, oil & gaspulp & paper, dan di industri fermentasi. Mixing disebut dengan “core process”, karena keberhasilan proses keseluruhan tergantung pada proses mixing yang efektif antara fluida-fluida yang terlibat (Mc Cabe, p241, 1976). Mesin ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pencampuran berbagai jenis fluida dan  fluid-with-solid.

Aplikasi mixing di industri umumnya berlangsung di reaktor tangki berpengaduk (STR). STR adalah sebuah vesselyang dilengkapi dengan pengaduk yang berputar (rotating-shaft mixer). Mixer dilengkapi dengan banyak fitur utama yang diantaranya ada pada fungsi pencampuran, pendispersi, homogenisasi, dan fungsi-fungsi terkait lainnya. Pencampuran dapat didefinisikan sebagai proses dimana dua atau lebih bahan dalam kondisi campuran terpisah atau kasar diperlakukan sedemikian rupa, sehingga setiap partikel dari salah satu bahan terletak sedekat mungkin dengan partikel bahan atau komponen lain. Proses ini melibatkan gas, cairan, atau padatan dalam setiap kombinasi dan rasio dua atau lebih bahan yang mungkin tercampur (Madinah, 2008).

Struktur body pada perangkat mixing tank mengadopsi konverter frekuensi untuk penyesuaian kecepatan sesuai dengan kebutuhan pencampuran. Proses discharge pada perangkat ini juga sangat mudah, yaitu dengan discharginglangsung ke bawah atau mengaplikasikan pompa transfer. Secara kualitas bahan pada body, material pada body tangki, dan pipa menggunakan mirror polishing untuk sepenuhnya menyesuaikan dengan food grade standar GMP (untuk industri farmasi). Dimana untuk material yang berinteraksi atau bersentuhan langsung dengan produk, menggunakan bahan SS316L dan untuk yang tidak berinteraksi secara langsung menggunakan bahan SS304.

Mixing tank. Sumber: wikipedia.org/

Cara kerja mixing tank, yaitu, produk yang berada di dalam tangki akan dicampur dengan produk cairan, baik yang berbentuk larutan, suspensi, ataupun emulsi. Dengan putaran motor dan posisinya diletakkan ditengah, maka akan membentuk satu pusaran untuk mencampurkan bahan sampai homogen.

Skema mixing tank dengan bahan fluidwithsolid (gas & solid). Sumber: wikipedia.org/

Pencampuran gas & solid dapat dilakukan untuk mencampur reaktan gas dengan partikel padat. Pusaran gas harus memberikan gaya yang cukup untuk menahan partikel padat, agar tidak tenggelam oleh gaya gravitasi. Ukuran dan bentuk partikel adalah pertimbangan yang penting, karena setiap partikel yang berbeda memiliki koefisien yang berbeda pula, dan partikel yang terbuat dari bahan yang berbeda memiliki kepadatan yang berbeda pula.

Untuk mendesain mixing tank secara optimal, tools yang biasa digunakan adalah menggunakan bantuan software CFD. Klik di sini untuk mempelajari selengkapnya tentang CFD.

Untuk mempelajari artikel lain seputar mekanika fluida, klik di sini.

Kontributor: Feri Wijanarko

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan jasa layanan dibawah CV. Markom dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Author: Caesar Wiratama

caesar@aeroengineering.co.id +62 821-3868-4162

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *