Tempat sampah fiberglass

baca juga distributor tempat sampah fiberglass, harga tempat sampah pilah fiberglass

Tempat sampah fiberglass merupakan inovasi produk tempat sampah yang dibuat menggunakan  bahan yaitu komposit fiberglass. Material fiberglass merupakan material yang didesain untuk pembuatan produk-produk yang membutuhkan kekuatan dan keuletan tinggi seperti sering digunakan pada perahu, tangka-tangki air, bahkan tidak jarang digunakan untuk pesawat terbang karena kekuatanya yang dibarengi dengan bobotnya yang ringan.

Meskipun sekilas produk tempat sampah hanyalah produk yang sepele, namun ditinjau dari sudut pandang engineering, tempat sampah merupakan produk yang harus didesain dengan pemilihan material yang tepat. Hal ini dikarenakan pembebanan saat kondisi operasional tempat sampah tersebut dapat dikategorikan ekstrim; misalkan saat pengosonganya, tempat sampah tidak jarang dipukul-pukul dengan kuat untuk mengeluarkan semua sampah di dalamnya tanpa sisa. Kemudian, beban radiasi elektromagnetik dan ultraviolet dari sinar matahari, khususnya untuk penggunaan outdoor juga cukup ekstrim, jika pemilihan materialnya tidak tepat, warna akan cepat pudar bahkan dindingnya akan menjadi retak dan rapuh (seperti kasus bahan plastic yang terlalu lama terpapar cahaya matahari). Beban dari sampah sendiri juga cukup mendominasi, baik dari beban mekanik dari berat sampah yang dibuang maupun beban kimiawi dari kandungan bahan-bahan kimia yang dibuang Bersama dengan sampah.

Dilihat dari permasalahan-permasalahan diatas, material fiberglass merupakan material yang relatif ideal karena memiliki keunggulan sebagai berikut :

  • material fiberglass jauh lebih kuat dan ulet dibandingkan dengan plastik dengan ketebalan yang sama; keuletan bahan fiberglass dapat menahan beban pukulan yang diderita saat mengosongkan tempat sampah, maupun saat digunakan oleh operator yang melemparkan tempat sampah secara sembarangan.
  • Material fiberglass dibuat menggunakan pengikat berupa resin polyester ataupun resin epoxy yang cukup bandel terhadap lingkungan, baik dari panas radiasi matahari maupun air dan kimia dari sampah itu sendiri. Sebagai gambaran, material ini tidak jarang digunakan untuk aplikasi perahu pantai yang kita ketahui kondisi lingkunganya sangatlah korosif. Terkadang juga bahan jenis ini digunakan untuk penyimpanan bahan-bahan kimia industri yang reaktif.
  • Warna dari material ini sudah dicampur sejak dari proses produksinya yaitu pada lapisan terluar (gelcoat) maupun pada lapisan fiber itu sendiri, sehingga warnanya tidak bisa luntur terkena serangan lingkungan seperti produk yang hanya dilapis dengan cat. Warna dari fiberglass juga tidak berdegradasi karena panas matahari seperti yang terjadi pada plastic. Dapat diperhatikan pada bahan plastik warnanya lama kelamaan akan memudar.
  • Karena pewarnaanya yang mudah dilakukan saat proses produksi, material fiberglass memiliki fleksibilitas pemilihan warna sehingga sangat menguntungkan untuk desain tempat sampah yang beraneka warna seperti untuk kegunaan tempat sampah pilah organik, anorganik, Bahan berbahaya dan beracun, plastik, kaca, kertas dan lain-lain.
  • Selain kemudahanya dalam pemilihan warna, proses produksi fiberglass yang dapat dilakukan secara manual dan relatif murah investasinya untuk model yang custom (dibandingkan dengan plastik) membuat material ini sering digunakan untuk project-project pengadaan tempat sampah dengan partai besar yang membutuhkan model ataupun warna yang custom.
  • Karena bahan fiberglass merupakan campuran dari dua komponen yaitu serat fiber dan resin yang dapat dikerjakan secara manual menggunakan kuas, maka salah satu keunggulan lain dari material ini adalah dapat diperbaiki dengan mudah misalkan terjadi keretakan atau pecah cukup dengan menambalnya dengan resin dan serat fiber yang dapat ditemukan dengan mudah di toko-toko bahan kimia, bangunan maupun toko gypsum eceran.

Sebagai gambaran, tempat sampah plastik yang sudah digunakan selama beberapa tahun tanpa adanya perawatan warnanya akan pudar dan muncul retak-retak pada permukaanya bahkan retak yang mengakibatkan patahan pada beberapa lokasi seperti terlihat seperti gambar di bawah ini:

PROSES PRODUKSI TEMPAT SAMPAH FIBERGLASS:

Seperti produk-produk fiberglass pada umumnya (perahu, tangki air, septic tank, permainan anak-anak dll) proses produksi tempat sampah fiberglass tidak jauh berbeda yaitu terdiri dari dua material utama yaitu resin dan kain fiber. Berikut adalah langkah-langkah pengerjaan tempat sampah fiberglass secara umum:

  1. Persiapan cetakan yang akan digunakan untuk membuat produk yaitu berupa bentuk negative dari model yang akan dibuat. Pastikan cetakan benar-benar bersih dan tidak terdapat cacat di permukaanya.
  2. Karena sifat resin yang sangat lengket, maka pertama-tama cetakan harus dilapisi dengan bahan anti-lengket. Bahan anti-lengket yang paling umum digunakan adalah wax dan PVA. Wax merupakan bahan yang serupa dengan lilin padat dan diaplikasikan pada permukaan cetakan secara tipis dan benar-benar merata. Sedangkan PVA merupakan material cair yang jika diaplikasikan pada permukaan cetakan dan dibiarkan kering akan membentuk lapisan seperti plastik yang tipis; lapisan tipis inilah yang akan akan menghalangi menempelnya resin dengan cetakan.
  3. Aplikasi lapisan pelindung pertama yang juga memberikan kekerasan pada permukaan tempat sampah fiberglass, lapisan ini dikenal dengan istilah gelcoat. Gelcoat merupakan campuran dari resin dengan bahan filler yang membuatnya kental sehingga mudah diaplikasikan pada permukaan cetakan meskipun tidak dibarengi dengan aplikasi fiber. Gelcoat dapat memiliki komposisi kimia yang sama dengan resin yang digunakan untuk fiberglass yaitu polyester maupun memiliki jenis yang berbeda misalkan iso-polyester maupun epoxy tergantung kebutuhan dan kualitas yang diinginkan. Lapisan gelcoat juga dicampur dengan pigmen atau pewarna yang membuatnya memiliki warna yang cukup kuat untuk melapisi permukaan luar tempat sampah sehingga permukaan luarnya halus, berwarna dan tidak tembus cahaya matahari.
  4. Setelah lapisan gelcoat kering, langkah selanjutnya adalah langkah yang utama yaitu aplikasi resin dan kain fiber. Resin merupakan cairan serupa dengan lem yang kental dan digunakan untuk mengikat fiber menjadi lapisan yang kaku saat kering. Jenis resin yang paling sering digunakan untuk membuat tempat sampah adalah resin polyster karena cukup kaku dan harganya juga paling ekonomis dibandingkan jenis resin lainya, selain ini proses pengeringanya juga dapat diselesaikan dalam hitungan menit sehingga tidak mengganggu proses produksi. Cairan resin dicampur dengan katalis atau pemercepat reaksi sehingga resin tersebut dapat dengan cepat kering dan berubah menjadi material yang keras serupa dengan plastik yang padat.  Adapun, serat fiber adalah material yang serupa dengan kain namun benang-benangnya tersusun dari serat kaca/glass yang sangatlah kuat namun karena bentuknya berupa serat-serat maka menjadikanya sangat fleksibel untuk ditekuk dan mengikuti bentuk cetakan. Serat fiber yang sudah dicampur dengan resin sangat mengering akan menghasilkan material dengan sifat gabungan antara resin dan serat fiber (itulah mengapa material ini disebut dengan komposit fiberglass) yaitu keras (sifat resin) namun ulet dan kuat (sifat fiber) yang menjadikan produk tempat sampah dari bahan fiberglass ini istimewa.
  5. Setelah lapisan resin dan fiber ini kering, produk yang masih ada di dalam cetakan dapat dibongkar keluar dengan bantuan palu karet. Proses pembongkaran cetakan ini terkadang membutuhkan tenaga dan waktu ekstra jika terjadi kesalahan saat aplikasi bahan anti-lengket maupun bentuk cetakan yang tidak baik.

REVIEW MATERIAL KOMPOSIT FIBERGLASS

Material FIberglass adalah salah satu jenis bahan fiber komposit yang memiliki keunggulan yaitu kuat namun tetap ringan. Walaupun tidak sekaku dan seringan bahan carbon fiber, fiberglass lebih ulet dan relatif lebih murah di pasaran. Fiberglass biasa digunakan untuk bahan pembuatan pesawat terbang, perahu, bodi atau interior mobil, perlengkapan kamar mandi, kolam renang, septic tank, tangki air, atap, perpipaan, dinding isolator, papan selancar, tong sampah dan lain-lain. Material komposit itu sendiri adalah material yang terdiri dari dua komponen yaitu penguat (reinforcement) berupa serat dan pengikat (matrix) berupa plastik, sehingga menghasilkan kombinasi sifat yang kaku, kuat dan ringan (Untuk mempelajari material komposit secara umum, baca disini).

Pada komposit fiberglass, komponen penguat tersebut adalah serat kaca. Kaca yang kita kenal sehari-hari memiliki sifat yang mudah retak dan pecah, hal tersebut diakibatikan karena kekerasan permukaan kaca yang terlalu tinggi, sehingga memudahkan proses perambatan retak pada permukaan kaca walaupun dengan sedikit saja cacat atau beban. Untuk menghindari retak awal atau cacat pada permukaan kaca tersebut, kaca dibuat benang yang sangat tipis dengan diameter sekitar 5-25 mikrometer. Diamter yang sangat kecil tersebut membuat serat kaca yang sangat kuat ini tidak diberikan kesempatan untuk mendapatkan cacat permukaan yang menjadi awal perambatan retak. Serat-serat kaca yang kecil ini dipintal untuk kemudian disusun menjadi bentuk jahitan (woven), bulu-bulu yang disatukan membentuk lembaran (chopped strand mat), potongan-potongan kecil (chopped strand) ataupun benang panjang yang kontinyu (continuos roving). Fiberglass sering juga dikenal dengan nama Glass-reinforced plastic (GRP) atau glass-fiber reinforced plastic (GFRP) karena terdiri dari komponen glass-fiber dan dikuatkan dengan plastik (resin).

woven rooving:

Chopped strand mat:

Chopped Strand:

Continuos roving:

Namun, diameter yang sangat kecil tersebut membuat serat kaca mudah untuk tertekuk (buckling). Bayangkan sebuah tongkat yang sangat panjang dengan diameter yang sangat kecil, jika kita tekan kedua bagian ujungnya kearah dalam pasti tongkat tersebut akan bengkok. Hal ini dikenal dengan istilah buckling. Untuk menghindari hal tersebut, fabrik atau mat fiberglass ini “diikat” dengan bahan semacam lem yang jika dicampur dengan katalis (pemercepat proses reaksi kimia) akan kering dan menjadi bahan yang keras dan getas yang disebut dengan istilah resin. Kombinasi kekerasan dari resin kering dan kekuatan dari serat fiberglass inilah yang membuat bahan paduan komposit fiberglass menjadi kuat, keras dan ulet. Selain mencegah buckling, resin juga berfungsi untuk meratakan tegangan antara serat satu dengan serat lainya, sehingga komposit dapat menahan beban yang berat. Ibaratkan mematahkan satu batang lidi akan jauh lebih mudah daripada mematahkan ratusan batang lidi secara bersama-sama.

CV. Markom memproduksi tempat sampah berbahan fiberglass baik partai besar maupun kecil dengan berbagai model serta tidak menutup kemungkinan model yang custom. Selengkapnya di solusikebersihan.com