Stall dan Spin pada Pesawat Terbang

Dalam dunia penerbangan, banyak sekali fenomena aerodinamika yang menarik untuk dikaji karena penting untuk mendesain pesawat terbang maupun untuk pengetahuan pilot guna keamanan dan keselamatan. Salah satu fenomena yang terkenal dan harus dipahami adalah stall dan spin.

 Stall dalam dunia penerbangan adalah keadaan dimana gaya angkat sayap tiba-tiba turun secara drastis dan drag meningkat secara drastis. Stall ini sangat berbahaya untuk pilot terutama pada ketinggian yang rendah, karena saat stall terjadi, pesawat menjadi sulit untuk dikontrol dan cenderung mengurangi ketinggian. Adapun penyebab dari stall antara lain adalah kecepatan udara yang rendah dan yang paling umum adalah sudut serang/angle of attack yang tinggi (biasanya sekitar 15 derajat). Stall yang terjadi karena sudut serang tinggi tersebut dikarenakan efek separasi aliran udara yang halus menjadi turbulen dan menghasilkan daerah bertekanan rendah, yang mana menurunkan lift, meningkatkan drag dan menurunkan efektifitas control surface (aileron, ruder, elevator dll.). Stall merupakan karakteristik dari airfoil, sedangkan distribusi stall pada sayap merupakan karakteristik  planform sayap. Fenomena tersebut dijelaskan pada gambar berikut :

http://www.indoorflyingmodel.com/image/Stall-Weight/Airfoil-Stall-300.jpg

Sayap pesawat biasanya didesain memiliki sudut twist untuk menghindari turunya efektifitas aileron saat terjadinya stall, sehingga pesawat masih dapat dikontrol meskipun terjadi stall.

Namun, ada kalanya stall dimanfaatkan, misalkan untuk melakukan pengereman pada manuver yang ekstrim seperti aerobatik maupun pesawat tempur.

https://all-things-aviation.com/wp-content/uploads/2010/09/stall.jpg

Kemudian, Spin dalam dunia penerbangan adalah kategori khusus dari stall, yaitu pesawat cenderung berputar  yaw serta mengurangi ketinggian. Pada kondisi spin, salah satu sayap mengalami stall dan sayap lainya masih tetap mempertahankan terbangnya atau keduanya mengalami stall namun pada sudut serang yang berbeda, sehingga terjadi gerakan berputar. .

https://en.wikipedia.org/wiki/Spin_(aerodynamics)#/media/File:Hannes_Arch_Kirchheim_3.jpg

Penyebab spin adalah gerakan yaw yang bersamaan dengan stall. Pada saat salah satu sayap mengalami stall, maka sayap tersebut akan turun dan sudut serangnya semakin menigkat, kondisi ini mengakibatkan sayap tersebut semakin stall dan semakin turun, sayap yang turun tersebut berlaku sebagai sumbu putar gerakan rotasi pesawat. Perbedaan lift pada kedua sayap menghasilkan gerakan roll dan perbedaan drag menghasilkan gerakan yaw. Dibutuhkan keahlian bagi pilot untuk mengatasi spin sehingga menghindari terjadinya crash. Karakteristik stall dan spin dari berbagai pesawat adalah berbeda beda, tergantung dari pemilihan airfoil, bentuk sayap hingga konfigurasi ekor.

 

By : Caesar Wiratama

Aero Engineering

CV MARKOM

Author: Caesar Wiratama

caesar@aeroengineering.co.id
0815-4806-5205

5 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *