Konfigurasi Sayap Pesawat (High-wing, Mid-wing, Low-Wing)

Dalam peletakan (konfigurasi) sayap pesawat terbang, terdapat beberapa pilihan yang unik, adapun terdapat tiga yang paling populer yaitu high-wing, mid-wing serta low-wing. Sesuai namanya high-wing adalah konfigurasi dimana sayap terletak diatas fuselage, mid-wing yaitu sayap berada pada setengah fuselage serta low-wing adalah sayap terletak dibawah setengah atau di dasar fuselage seperti pada gambar berikut ini:

http://i1.wp.com/www.aircav.com/recog/chp03/ch03-003.gif?resize=640%2C331
http://www.aircav.com/recog/chp03/ch03-003.gif

     Adapun ketiga cara peletakan sayap tersebut memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing sebagai berikut :


1. High-Wing
– Pesawat high-wing memungkinkan pilot untuk melihat sekeliling lebih mudah (kecuali saat berbelok dengan gerakan roll) sehingga jangkauan pandangan lebih luas.
– Karena sayap terletak diatas fuselage, maka pusat gaya angkat berada diatas pusat gravitasi (CG) sehingga meningkatkan stabilitas pesawat.
– Sayap yang terletak diatas juga memberikan efek stabilitas seperti dihedral. yaitu saat pesawat roll maka akan terjadi momen pembalik seperti dijelaskan oleh gambar berikut :

aviation.stackexchange.com

itulah mengapa pesawat high-wing membutuhkan sudut dihedral yang relatif sedikit dari low-wing.
– Karena jarak sayap yang jauh dari tanah, maka sayap akan relatif lebih aman dari gangguan dari tanah seperti debu dan lain-lain.
– Dengan berbagai penjelasan diatas, menjadi jelas mengapa konfigurasi high-wing sering dijumpai pada pesawat trainer.
– Pada sudut serang (Angle of attack) yang tinggi, sayap tidak mengganggu aliran udara menuju ekor, sehingga efektivitas control surface masih terjaga.

2. Mid-Wing
– Pada pesawat mid-wing, drag karena interferensi dengan fuselage secara teori adalah yang paling kecil sehingga paling efisien secara aerodinamis.
– Tidak seperti high-wing dan low-wing, pada konfigurasi mid-wing, momen yang terjadi saat pesawat roll adalah nol, atau netral, sehingga pesawat dapat melakukan gerakan roll dengan lincah dan tidak menghasilkan efek samping yaw. Itulah mengapa mid-wing sering dijumpai pada pesawat aerobatik.
– Karena sayap berada di tengah, maka spar dan bagian-bagian penguat sayap juga harus terletak di tengah. Hal tersebut dapat mengurangi ruang didalam fuselage maupun menjadi relatif lebih berat terhadap high-wing dan low-wing untuk menguatkan sayap.

3. Low-Wing
– Pesawat low-wing memiliki kestabilan yang lebih rendah di bandingkan dengan high-wing pada arah roll, seperti dijelaskan pada gambar high-wing. Ketidakstabilan tersebut meningkatkan kemampuanya untuk bermanuver
–  Karena letak sayapnya di bawah, maka struktur spar akan lebih sederhana dan relatif ringan dibandingkan dengan yang lainya. Hal tersebut juga memberikan ruang yang luas didalam fuselage.
– Saat take-off, landing maupun sudut serang (Angle of attack) yang tinggi, sayap yang berada dibawah mengganggu aliran udara ke elevator dan rudder sehingga mengurangi efektivitasnya. Itulah kenapa sering dijumpai pesawat dengan ekor T pada pesawat low-wing.
– Letak sayap yang dibawah juga memperkuat fenomena ground effect, yaitu peningkatan lift dan penurunan drag pada saat pesawat berada sangat dekat dengan darat (misal take-off dan landing). Ground effect tersebut membuat pesawat dapat take-off atau landing pada kecepatan yang relatif lebih pelan, atau menurunkan stall speed pada kondisi dekat tanah/darat.
– Debu dan benda-benda yang dapat mengenai sayap dari tanah lebih mungkin mengenai sayap karena posisi sayap yang dekat dengan tanah.

 

By : Caesar Wiratama

Aero Engineering

Author: Caesar Wiratama

caesar@aeroengineering.co.id
0815-4806-5205

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *