Power loading dan wing loading pada pesawat aeromodelling (rule of thumb)

     Untuk mulai mendesain pesawat aeromodelling, terkadang kita bingung untuk menentukan parameter apa saja yang harus dipilih dan bagaimana menentukan nilai dari parameter tersebut. Oleh karena itu, dalam dunia aeromodelling dan desain pesawat pada umumnya digunakan beberapa parameter yang mewakili performa dari pesawat tersebut berdasarkan pengalaman desain-desain sebelumnya, yang biasa disebut dengan rule of thumb. Dalam artikel ini akan dibahas dua parameter yang sangat penting yaitu power loading dan wing loading. (parameter lainya seperti pemilihan airfoil, aspect ratio, taper ratio, volume coefficient dan lain-lain akan dibahas pada artikel lainya yang lebih spesifik).
     Pada dasarnya, yang membedakan pesawat aeromodelling satu dengan yang lain adalah kategorinya. Kategori pesawat mewakili performanya, baik kecepatan, stabilitas, kemampuan manuver, endurance hingga beban yang dialami struktur pesawat. Sedangkan kategori tersebut secara kasar dapat diwakili oleh nilai dari power loading dan wing loading. Nilai-nilai dari power loading dan wing loading tidak dapat disamakan antara pesawat aeromodelling dan pesawat berpenumpang, meskipun untuk bentuk dan kategori yang sama, (misalkan RC cessna 172 dengan cessna 172 berpenumpang) karena tujuan pesawat aeromodelling adalah untuk rekreasi dan mudah dikendalikan sedangkan pesawat berpenumpang dirancang untuk terbang efisien.
1. Power Loading
      Power loading adalah perbandingan antara daya (power) mesin pendorong pesawat terhadap berat pesawat. yaitu, semakin besar daya mesin, semakin besar pula power loadingnya, sedangkan semakin berat pesawat, semakin kecil power loadingnya. Power loading menggambarkan seberapa besar daya yang dimiliki pesawat dengan berat tertentu, semakin besar power loading, maka pesawat akan semakin powerfull sehingga lebih mudah dikontrol dan tidak mudah terbawa angin serta secara umum dapat memiliki kecepatan yang tinggi. Power loading yang tinggi biasa digunakan untuk pesawat kategori jet, aerobatik, ataupun sport, sedangkan power loading rendah biasa digunakan untuk pesawat trainer, glider maupun pesawat indor. Berikut ini adalah nilai-nilai power loading berdasarkan kategori :
(http://www.rc-airplane-world.com/watts-per-pound.html): 
<110 Watt/kg = pesawat yang sangat ringan, slowflyer 
110-176 Watt/kg = Gliders, Park flyers, trainners 
176-264 Watt/kg = Sport flying dan aerobatic
264-397 Watt/kg = aerobatic tingkat atas, 3D dan EDF
397-441 Watt/kg = Jet berkecepatan tinggi
 
Satuan yang digunakan pada artikel ini adalah standar internasional (watt, kilogram, meter. dll), sehingga lebih mudah dipahami pembaca di dalam negeri. Sekali lagi, nilai-nilai diatas hanyalah rule of thumb untuk mendesain pesawat aeromodelling, bukan nilai yang paten dan harus diikuti secara detail. Namun, nilai-nilai diatas dapat dijadikan acuan awal yang sangat baik dalam mendesain suatu pesawat aeromodelling.
2. Wing Loading
      Wing loading adalah perbandingan antara berat pesawat dengan luasan sayap pesawat. Semakin berat pesawat, maka wing loading akan semakin besar, sedangkan semakin luas sayap, wing loading akan semakin kecil. Wing loading yang besar menggambarkan pesawat yang lincah dan kurang stabil serta pada umumnya berkecepatan tinggi, seperti jet, aerobatik dan sport. Sedangkan wing loading yang kecil menggambarkan pesawat yang stabil dan pada umumnya berkecepatan rendah seperti trainer dan glider. Semakin besar wing loading, maka kekuatan struktur sayap juga harus ditingkatkan. Berikut ini adalah nilai-nilai wing loading berdasarkan kategori :
~3,051 kg/m2 = Gliders 
~4,577 kg/m2 = Trainner
~6,103 kg/m2 = Sport 
~7,628 kg/m2 = Warbird
Seperti power loading, nilai-nilai diatas hanyalah rule of  thumb.
Penentuan nilai power loading serta wing loading sangat efektif untuk proses desain selanjutnya seperti pemilihan daya mesin, berat pesawat serta luas sayap.
Untuk mengikuti video tutorial terkait power loading dan wing loading serta berdiskusi langsung dengan Admin, anda dapat bergabung dengan grup facebook kami. KLIK DISINI
By : Caesar Wiratama
Aero Engineering

Author: Caesar Wiratama

caesar@aeroengineering.co.id
0815-4806-5205

3 comments

    1. Intinya itu angka-angka yang bisa langsung digunain di lapangan gan, soalnya gak terlalu scientific jadi gak dijabarin secara detail
      Untuk contohnya bisa di buka pada artikel pemilihan komponen elektronik gan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *