Pesawat Remot Kontrol (Aeromodelling)

 Pesawat remote control, pesawat model atau sering juga dikenal dengan istilah pesawat aeromodelling adalah pesawat yang pada umumnya berukuran kecil yang mana dikendalikan menggunakan remote control gelombang radio oleh pilot di darat. Pesawat jenis ini sering digunakan untuk keperluan pembelajaran aerodinamika, model miniatur sebelum dibuat pesawat full scale, riset pesawat keilmuan hingga ke hobi. Pesawat RC banyak dimanfaatkan karena biayanya yang relatif rendah serta tidak memberikan resiko kepada pilot ketika terjadi kesalahan desain atau penerbangan. Sebenarnya pesawat remote control ini sudah dikembangkan sejak sangat lama. (untuk sejarah aeromodelling di indonesia baca disini).

Prinsip kerjanya adalah, pilot mengirimkan sinyal dari remote (transmitter) ke receiver yang berada di dalam pesawat, kemudian receiver tersebut memberikan perintah ke servo dan motor yang ada di dalam pesawat untuk bergerak sesuai keinginan pilot. Prinsip untuk mengontrol gerakan pesawat adalah identik dengan kontrol pada pesawat konvensional, yaitu menggunakan propeller untuk mendorong/menarik pesawat sehingga bergerak maju, serta menggunakan control surface (aileron, elevator, rudder, flap.dll) untuk bermanuver. Pada umumnya, komponen dasar untuk mendesain suatu pesawat RC  adalah radio control (transmitter), receiver, motor brushless engine, motor servo, baterai, Electronic Speed Controller (ESC), propeller serta airframe atau tubuh pesawat itu sendiri yang terdiri dari fuselage (body), sayap, serta control surface. Ekor bukanlah suatu bagian yang wajib karena terdapat suatu jenis pesawat tanpa ekor (tailless) yang dikenal juga dengan flying wing. (untuk mengetahui lebih detail tentang komponen dasar elektronis, baca disini). 
Namun tidak jarang juga dijumpai pesawat aeromodelling yang terbang tanpa motor/engine dan hanya mengandalkan angin untuk mempertahankan terbangnya di udara, pesawat jenis ini dikenal dengan glider.

Pesawat aeromodelling ini secara umum dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu glider, park flyer, trainner, aerobatik serta jet. setiap kategori memiliki karakteristik terbang yang berbeda-beda,misalkan glider di desain untuk terbang stabil, serta mampugliding (meluncur) ketika mesin dimatikan, namun relatif lambat, sedangkan aerobatik dapat bermanuver dengan sangat lincah serta kecepatan tinggi namun tidak stabil dan tidak dapat gliding ketika mesin dimatikan. (baca artikel kategori pesawat aeromodelling untuk penjelasan lebih detail)
Dewasa ini, pesawat aeromodelling banyak sekali dimanfaatkan untuk kebutuhan aireal fotografi, mapping monitoring dan bahkan banyak digunakan pada ranah militer yang saat ini menjadi isu yang hangat di berbagai negara. Pemanfaatanya yang begitu luas tersebut tentu saja dibarengi dengan maju dan berkembangnya sistem kendali otomatis pada pesawat, sehingga pilot hanya perlu menginput data posisi kemana pesawat harus terbang dan pesawat akan terbang mengikuti jalur tersebut tanpa harus dikontrol secara langsung oleh pilot, teknologi ini dikenal dengan istilah drone. perlu di ketahui bahwa drone tidak hanya sebatas wahana pesawat terbang, misalkan chopter, kapal, kapal selam, mobil dan lain-lain.

 

By : Caesar Wiratama

Aero Engineering

CV MARKOM

Author: Caesar Wiratama

caesar@aeroengineering.co.id
0815-4806-5205

6 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *